Sekolah Anti-Korupsi

Speakers, kampanye anti-korupsi ternyata udah banyak masuk ke institusi-institusi formal lho! Di Aceh, berdiri Sekolah Anti-Korupsi pada tahun 2010 yang didirikan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bernama Gerakan Anti-Korupsi Aceh (GeRAK Aceh).

 

Sekolah yang bernama lengkap Sekolah Anti Corruption and Investigaiton Course (ACIC) ini berdurasi sekitar empat bulan dengan pengajar professional dari berbagai kalangan, seperti aktivis anti-korupsi, kepolisian, akademisi, dan kejaksaan. Sebetulnya ACIC lebih seperti suatu kursus daripada sekolah. Siapapun bisa ikut terlibat dalam pembelajaran di kursus ini. ACIC mewisuda 15 orang angkatan pertamanya pada Oktober 2011 kemarin. Angkatan pertama ini terutama terdiri dari mahasiswa dengan berbagai latar belakang, tapi untuk angkatan selanjutnya juga ditargetkan untuk pelajar SMA. Di akhir masa pembelajaran, akan ada praktek investigasi. Namun untuk anak SMA, pembelajarannya lebih difokuskan ke isu korupsinya itu sendiri.

Ide pendirian sekolah/kursus anti-korupsi ini juga diadopsi di beberapa daerah lain, seperti di Jogjakarta oleh Universitas Gadjah Mada, dan Bali oleh Universitas Udayana.Di Jakarta, ada sekolah anti-korupsi Pangeran Dipeonegoro

Selain itu, yang mungkin Speakers udah pernah denger, Universitas Paramadina, Jakarta, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menetapkan mata kuliah anti-korupsi sebagai mata kuliah dasar umum yang wajib diambil setiap mahasiswa. Telah berjalan sejak tahun 2009, mata kuliah ini mendatangkan pengajar dari KPK, ICW, dan Transparency International. Wah, keren! Ada Speaker yang berasal daru dua univeristas tadi dan ambil mata kuliahnya? Gimana tanggapannya? Nah, buat Speakers yang lain, mungkin ini bisa inspirasi buat kamu untuk mengusulkan hal serupa ke kampus atau sekolah kamu!

 

(www.antaranews.com, www.republika.co.id, aceh.ribunnews.com, kumham-jogja.info)